Ciptakan Kepuasan Seks Wanita

March 12, 2009


TIDAK hanya pria, tetapi wanita juga menginginkan kepuasan seks selama bercinta di ranjang. Lantas, bagaimana wanita mendapatkan kepuasan seks?

Salah satunya mempraktikkan posisi seks secara tepat. Apabila salah, imbasnya sangat besar bagi hubungan seksualitas Anda dan pasangan. Di sini pasangan harus bisa berkomunikasi lancar untuk mengungkapkan gaya bercinta paling favorit.

Menurut berita yang dilasir Askmen, kepuasan seks wanita dipengaruhi:

Zona Kenyamanan

Posisi bercinta yang wanita sukai adalah missionary, di mana wanita berada di atas tubuh pasangan. Namun biar lebih variatif, wanita juga tak jarang bereksperimen dengan posisi bercinta lainnya, misalnya wanita tidur menyamping dan saling berhadapan dengan pasangan.

Untuk mendapatkan posisi nyaman, kedua pasangan pun bisa mengawali pembicaraan ringan seputar seks. Agar permainan lebih seru, Anda bisa membisikkan fantasi seks liar sambil mengecup area telinga pasangan dengan bibir Anda yang sensual.

Zona pertunjukkan

Umumnya, wanita juga mendambakan sebuah kejutan saat berhubungan badan. Melakukan gaya bercinta secara monoton, tentu membuatnya bosan dan tidak bergairah. Untuk itulah wanita ingin Anda memberikan pertunjukan seks yang unik. Misalnya, Anda memainkan lidah Anda di area rangsangan seks si dia.

Zona ereksi

Beberapa pria menyukai posisi seks berlangsung dengan cepat. Namun kenyataannya, wanita ingin berlama-lama bercinta sebelum menuju puncak kenikmatan seks. Untuk mengatasi hal itu, Anda bisa memberikan sensasi pada area klitorisnya saat Anda sudah mendapatkan orgasme. Kelihaian Anda sangatlah menentukan kepuasan seks pasangan.
(tty)

sumber :
http://lifestyle.okezone.com/


Isu Kiamat Tahun 2012 yang Meresahkan

February 23, 2009

 

Kiamat 2012

Kiamat 2012

Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.

 

Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.

Langkah antisipatif

Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.

Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.

Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.

Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.

Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.

Yuni Ikawati
Sumber : Kompas Cetak
http://www.kompas.com/


Pembengkakan Jantung

December 10, 2008

 

Dear dokter Iwan, 

Dok, saya punya saudara wanita (25 tahun) yang baru dapat diagnosa dari dokternya, dia mengalami pembengkakan jantung. Selama ini dia merasa sering sesak napas tiba biasanya malam hari. Dari hasi tesnya detak jantungnya tidak normal, kadang-kadang cepat kadang-kadang lambat.

Sayangnya saudara saya ini kurang mau memperhatikan kesehatannya, dok kira-kira siasat apa yang perlu saya lakukan supaya dia mau menjaga kesehatannya sekalian obat-obatan apa yang perlu dikomsumsi dan terapi apa yang terbaik untuk seumuran dia.

Kira-kira jantung saudara saya bisa kembali normal tidak dok (tidak bengkak dan denyutnya normal lagi) sebelumnya terima kasih dok. Saya sangat mengharapkan jawaban dari dokter secepatnya.

Salam,

Haerul

 

Jawaban:

Bapak Bonaldi Yth,

Penyakit jantung, atau lebih spesifik pembangkakan jantung memang penyakit degeneratif, penyakit ini berkaitan dengan usia, beda sekali dengan penyakit infeksi, seperti infeksi perut atau diare misalnya, setelah makan obat selama satu kuur terapi (5 hari-10 hari) maka infeksi hilang dan tidak perlu lagi makan obat.

 

Untuk kasus pembengkakan jantung, baik karena hipertensi, jantung koroner dan lain-lain memang harus makan seumur hidup, kalau anda tanya apa ada alternatif lain selain obat. Saat ini hanya ada alat pacu jantung untuk sinkronisasi jantung, khusus untuk jantung yang melar dan tidak kuat pompanya, tapi biayanya lebih besar, ratusan juta. Jika memang masalahnya adalah biaya, kenapa tidak minta/ikut program ASKES GAKIN saja? Askes khusus keluarga miskin, anda bisa urus ke kelurahan setempat. dengan ikut program tersebut, semua biaya akan ditanggung pemerintah pak. Di RSJPDHK kami melayani peserta Askes dan GAKIN, tentu ini akan meringakan keluarga akan kebutuhan biaya pengobatan yang begitu besar mudah-mudah dapat membantu anda.

Wassalam,

Dr. Iwan Dakota, SpJP

http://www.pjnhk.go.id/content/view/617/36/