Mendikte Tuhan

January 16, 2009

Biasanya pada awal tahun, banyak orang membuat “resolusi” atau niatan. Tahun ini harus begini, harus begitu. Harus mendapatkan ini, harus mendapatkan itu dsb.

Tidak ada yang salah sih dengan semua keinginan dan harapan yang baik-baik. Bahkan motivator sering menyarankan agar orang harus bisa membayangkan apa yang diinginkan, dan mempunyai hasrat yang sangat-sangat mendalam, maka keinginan Anda akan terwujud.

Saya pernah mendengar seorang bijak menyebutkan “…jika semua orang bisa sukses hanya dengan membayangkan dan memimpikan sukses, maka dunia ini sudah dipenuhi dengan orang-orang sukses…”

Apa yang diajarkan oleh para motivator, sampai tahapan tertentu sama sekali tidak ada yang salah. Tetapi jika menjadikan the one and only you have to know (seperti yang diharapkan banyak generasi instan), rasanya salah besar.

Jika kita mempunyai anak, keponakan, adik-adik yang masih usia sekolah dan belum terjun ke dunia kerja, mempunyai mimpi dan cita-cita adalah sesuatu yang sangat penting karena itu akan menuntun jalan mereka mengejar dan mendekati apa yang mereka impikan dan cita-citakan. Mereka perlu bisa mem-visualisasikan apa yang diinginkan dan harus sangat-sangat ingin meraih itu.

Sampai kapan…

Menurut saya, mimpi jangan kelamaan karena nanti ga bangun-bangun.

Bagaimana bermimpi membangun pabrik mie instan dan membayangkan 3 tahun kedepan sudah mengungguli Indomie dalam penjualan.

Bagaimana bermimpi dan membayangkan suatu hari nanti mau menjadi presiden RI. Toh dalam kurun waktu 63 tahun kita baru mempunyai 6 presiden. Anggap saja hanya 1% dari penduduk Indonesia betul-betul berharap bisa menjadi presiden, dan andaikata memang betul bermimpi bisa menjadi kenyataan, itupun harus bergiliran antara 2 juta orang.

Untuk mengungguli produk-produk ternama seperti Indomie, produk-produk Unilever dan sebagainya tidak cukup hanya “sangat-sangat ingin” dan bisa “bermimpi”. Perlu skill, tekad, dan yang tidak kalah penting, kesabaran dan ketekunan untuk terus melakukan segala sesuatu dengan benar dan konsisten dan itupun belum tentu sukses kawan. Karena yang namanya kompetitor itu bukan patung yang diam saja. Apa iya perusahaan sekaliber Indofood, Unilever tidak mampu meng-hire orang pintar juga.

Tanpa bermaksud meremehkan apa yang diajarkan oleh teman-teman motivator yang sering berkoar “… kita punya kelompok mastermind, kita beli saja mal, kita hire orang lain yang mengelola, kita beli property dan kita pakai uang sewanya untuk membayar cicilannya…”. Memangnya dia Mbak Tutut atau apa?

Poinnya adalah para motivator terlalu menggampangkan masalah. Seakan-akan bahwa hanya dengan mengikuti training 3 hari kemudian sudah bisa merubah dunia, bisa kaya raya, bisa sukses dengan mudah.

Salah satu contohnya, “… tahukah Anda berapa asset Bill Gates (pendiri Microsoft), tahukah Anda pada usia berapa Sergei Brin dan Larry Page (pendiri Google) menjadi miliarder…. dan bla bla bla mengenai internet. Siapa yang ingin menyusul menjadi next miliarder lewat internet…..”

Lha, yang dijual cuma training beberapa hari membuat blog, menawarkan ebook gratis agar bisa mendapatkan email seseorang, kemudian berharap menghasilkan beberapa recehan dari jualan angin yang lain atau adSense. Yang realistis bisa didapatkan cuma recehan, tetapi yang dipajang sebagai model iklan kok Microsoft dan Google.

Packaging untuk marketing sih boleh-boleh saja. Cuma kalau kebangetan, nih… baca iklan-iklan berikut yang jebolan training miliarder instan lewat internet:

“Cara Cari Uang di Internet yang paling mudah dan cepat menghasilkan uang adalah dengan menjadi Affiliate, dan di Titlenya adalah bagaimana menghasilkan $5.700/bulan”

“…Anda berkesempatan untuk membuat uang Anda menjadi Rp.1 Milyar hanya dalam waktu 10 bulan…”

“…TERNYATA CARI UANG ITU SANGAT MUDAH
Mungkin CARA CARI UANG anda saat ini sangat membebankan hidup anda…”

Beberapa contoh diatas semua bisa dibaca di beberapa link index DetikPublishing.

Saya sungguh tidak yakin kalau yang mengiklankan itu sudah menghasilkan $5.700/bulan atau sudah sudah menghasilkan 1 miliar dalam 10 bulan. Membual sih boleh-boleh saja, tetapi kalau kebangetan kan merupakan penghinaan terhadap intelektualitas orang-orang yang bekerja dengan benar dan sungguh-sungguh. Lebih-lebih penghinaan terhadap orang tua yang membayari biaya training.

Berniat, berkaul, bernazar sah-sah saja. Tetapi dalam film “The Secret, Law of Attraction” karya Rhonda Byrne’s dan buku “The Law of Attractor” karya Joe Vitale justru menekankan pentingnya kita pasrah.

“…jika kita sangat menginginkan sesuatu, namun kita tetap nyaman tanpa memiliki itu, maka lebih besar kemungkinan kita mendapatkan itu….“

Mengapa sebagian besar doa manusia tidak dikabulkan Tuhan, karena sebagian besar doa manusia berisi permintaan. Secara implisit, permohonan atau permintaan sesuatu kepada Tuhan mencerminkan kekurangpercayaan kepada Tuhan. Kurang yakin kalau Tuhan itu tahu kalau kita menginginkan sesuatu sehingga perlu di-remind.

Bukankah dengan membut “resolusi” tahun ini harus begini, harus begitu dsb adalah bentuk lain dari ketidakpercayaan terhadap Tuhan sampai-sampai harus mendikte Tuhan.

Tuhan kok didikte…

As long as kalau itu diperlukan untuk menjaga motivasi, thats fine. Tetapi kalau sampai mendikte Tuhan, sebaiknya segera bertobat dan kembali ke jalan yang benarlah. Lagipula, apa menariknya lagi kalau hidup ini sudah terprogram sedemikian rupa tahun ini harus begini, tahun depan harus begitu dsb.

Biarkanlah hidup berjalan seperti air mengalir mencari tempat yang lebih rendah. Yang perlu kita manusia lakukan adalah selalu berbuat yang terbaik, mempasrahkan diri kepada yang kuasa, dan tetap bersyukur apapun yang kita peroleh. Beri kesempatan kepada hidup ini untuk menerima sedikit kejutan-kejutan sehingga hidup ini semakin indah dan berarti.

http://deltawhiski.wordpress.com/2008/02/22/mendikte-tuhan/

———————–

Info pelatihan bagi Praktisi HRD Indonesia, dapat di lihat di SINI


Friendster, Pesona Baru Dunia Online

October 20, 2008

 

Friendster

Friendster

Nyaris tanpa promosi, tapi hanya dalam tempo setahun mampu membangun komunitas online yang sukses dan menarik sembilan juta anggota. Mimpi? Tidak. Friendster.com telah membuktikan, tanpa gegap gempita iklan, hanya mengandalkan jaringan anggotanya, mampu menjadi fenomena Internet tahun ini sehingga jadi incaran para pemodal kelas kakap. 

 

Hebatnya, meski masih dalam versi beta, Friendster telah meraup dana US$ 13 juta atau sekitar Rp 130 miliar dari modal ventura dan pemain Internet kelas berat seperti mantan CEO Yahoo! Tim Koogle, mantan CEO Paypal Peter Thiel, serta mantan VP Amzon.com Ram Shriram. 

Mengapa Friendster baru diperkenalkan tahun 2004 dapat menjadi begitu fenomenal? Jawabannya sederhana: karena menawarkan arsitektur baru berkomunikasi yang tak mungkin dilakukan di dunia nyata. Ketika kita bertemu seorang teman, misalnya, kita hanya melihat sosok dia semata. Kita nyaris tak pernah membayangkan, bahkan tidak tahu, siapa saja teman sang teman kita. Mustahil pula kita memetakan siapa teman dari teman sang teman kita itu. Friendster mampu membuka tabir keterkaitan yang amat rumit di dunia nyata menjadi sederhana namun menarik di dunia maya. 

Pengguna Friendster memahami betul betapa hal yang nyaris mustahil itu bisa terwujud di sana. Ketika pertama kali mendaftar menjadi anggota Friendster, Anda dipersilahkan membuat halaman web personal, dengan mengisi data-data pribadi dengan foto-foto diri. Selain nama, informasi yang dapat diisi adalah asal sekolah, tempat kerja, buku dan film favorit. Dengan mengisi info yang benar, Anda akan dengan mudah menemukan teman yang punya hobi sama, pernah kerja di tempat yang sama, atau dari sekolah yang sama. Saya misalnya, memasukkan Karl May sebagai pengarang idola, dengan amat mudah menemukan pecinta pengarang buku Winnetou itu. Betapa kagetnya saya ketika mendapatkan teman lama yang tak saya sangka sedikitpun sebagai pembaca setia serial petualangan Winnetou dan Old Shutterhand. Mudah ditebak, saya jadi punya teman diskusi petualangan dua sahabat itu di Amerika dan Balkan. 

Tujuan Anda ikut Friendster juga wajib diisi, apakah mencari teman kencan, sekadar menolong orang lain, atau sekadar berteman (activity partner). Status juga perlu dinyatakan (sudah punya pasangan atau dalam pencarian pasangan). Informasi lain yang dapat diisi dalam data personal adalah “siapakah sesungguhnya Anda (menurut deskripsi Anda sendiri)” serta “ingin bertemu orang seperti apa”. Dengan membaca dua kolom ini saja Anda langsung harus paham apakah Anda bisa menjadi teman seseorang atau tidak. Jika anda lelaki dan menemukan anggota Friendster perempuan dengan informasi “Cowo dilarang masuk, tak usah add sebagai teman, pasti tidak ditanggapi”, dan di daftar temannya hanya berisi sesama kaum Hawa, Anda harus mahfum. 

Mengundang orang lain dalam jaringan teman adalah fasilitas paling unik Friendster. Begitu orang yang Anda undang sebagai teman setuju, foto dan nama mereka akan tampil dalam halaman personal Anda. Hebatnya, Anda juga langsung terhubung pada teman-teman dari teman Anda tersebut. Begitu juga sebaliknya, teman baru Anda langsung terhubung ke teman-teman Anda. Danah Boyd, pengamat Friendster yang kini diakui sebagai guru “social network” oleh para programmer dan pemodal ventura dunia, mendeskripsikan Friendster secara tepat: “Friendster adalah sebuah wahana yang secara tegas menyatakan siapa saja teman anda, bagaimana profil mereka, dan mempersilahkan mereka untuk saling melihat melalui jalur Anda.” 

Bayangkan saja, Anda yang memiliki hanya 18 teman di Friendster, bisa terhubung ke jaringan teman dari 18 teman Anda, dan tanpa sadar Anda terhubung ke lebih dari 15 ribu orang dalam sebuah jaringan teman dalam sekejap. Itu pun masih dilengkapi dengan berbagai fitur menarik lainnya untuk berkomunikasi. Ada pesan personal yang hanya bisa dikirim oleh teman dalam jaringan. Ada bulletin board yang berisi pesan-pesan yang dapat dibaca oleh semua teman dalam jaringan. Ada pula fasilitas testimonial, di mana teman-teman Anda dapat mengisi kesan-kesan mengenai Anda. Friendster benar-benar merupakan perpaduan luar biasa antara email, bulletin board, personal web serta “jaringan sosial”. 

Pesona baru dunia maya inilah yang menyihir sebagian besar pengguna awal Friendster terhenyak di depan komputer, menghabiskan banyak waktu di dunia maya tersebut. Mereka keasyikan menelusuri jaringan teman, menemukan kejutan-kejutan baru dari teman-teman baru, mengundang teman-teman baru, memeriksa testimonial yang dikirim teman-teman lama, mengecek pesan baru, dan seterusnya. Tak mengherankan jika Friendster yang semula dirancang untuk ajang kencan online, kini berkembang jauh lebih luas dan hebat. Dalam sekejap anggotanya melesat menjadi 9 juta. Bukan hanya anak-anak muda yang tertarik menjadi anggotanya. Kalau kita search anggota yang usianya di atas 40, tidak sedikit nama yang muncul. Dengan fitur-fitur yang mudah digunakan pemakai internet pemula, Friendster memang tidak menghalangi siapapun antara usia 10 sampai 60 tahun untuk bergabung. 

Ada seorang anggota yang mengatakan, “Friendster itu ibarat candu, sekali pakai ketagihan!” Komentar ini ditulis oleh pria berusia 34 tahun, dan sudah punya satu anak. Ia mengaku membuka Friendster setiap hari untuk melihat adakah kawan lama (dan baru) yang menemukannya, dan apakah kawan-kawan yang ia ajak bergabung sudah menanggapi emailnya dan masuk dalam lingkarannya temannya. Satu lagi anggota Friendster bercerita kalau ia tercengang-cengang mengetahui kawannya yang tampak alim, pendiam dan sering berkhotbah, ternyata penggemar Linkin’ Park. “Ini hanya bisa saya ketahui lewat Friendster,” komentarnya sambil tertawa. 

Tentu masih banyak kelemahan Friendster. Salah satunya adalah munculnya Fakester, istilah bagi mereka yang membuat profil palsu di Friendster dan membuat jaringan teman palsu. Kelemahan lain, siapa saja dapat membuat account di Friendster, sehingga ada account atas nama lembaga, termasuk Universitas Gadjah Mada dan Mailing List para pecinta marketing paling aktif di Indonesia, Marketing Club. Mana ada Universitas atau Mailing List punya teman? 

Tapi kelemahan itu tidak mengurangi daya tarik Friendster. Bagi anggota, Friendster adalah wahana menarik. Bagi sang penemu, inilah wahana bisnis yang sungguh menggiurkan. Potensi pendapatannya sangat besar. Iklan online di Friendster saat ini memang belum banyak karena masih versi beta. Namun banyak calon pemasang iklan yang lebih tertarik memasang iklan di sebuah komunitas yang profil anggotanya jelas seperti Friendster. Apalagi jika iklannya dapat dipersonalisasi, dikirim ke target audience yang cocok dengan iklannya. 

Pendapatan kedua adalah dari keanggotaan. Saat ini memang masih gratis. Namun sudah ada kasak kusuk untuk mengutip biaya untuk layanan khusus Friendster versi finalnya dengan biaya US$ 9,95 atau Rp 99,5 ribu per bulan. Asumsikan 10% saja dari anggota yang sekarang rela merogoh koceknya, maka pendapatan tahunan Friendster sekitar US$ 107,46 juta. 

Menggiurkan memang. Tak heran jika nama-nama lain muncul menawarkan jasa sejenis Friendster, seperti Orkut dan Multiply. Orkut yang dibuat oleh salah satu orang Google bentuknya hampir mirip Friendster, sedangkan Multiply menyediakan mini website bagi tiap anggota yang lebih banyak fiturnya dibanding sekedar halaman anggota. Anggota Multiply mendapat halaman dengan alamat URL individu yang bisa diakses langsung tanpa harus masuk dari halaman kita seperti yang Anda perlu lakukan di Friendster. 

Kini lahir pula Spoke dan LinkedIn, yang lebih berorientasi pada komunitas bisnis. Sama seperti Friendster, kedua wahana baru ini berhasil merayu investor. Spoke mendapat suntikan modal US$ 20 juta sedangkan LinkedIn US$ 4,7 juta. Dunia Dotcom yang sempat tenggelam, kini bangkit lagi berkat Friendster. 

Dimuat di Majalah SWA no 19/XX/16-29 September 2004

http://www.dudung.net


10 keyword populer di Indonesia tahun 2008

October 11, 2008
Saya mencoba menyajikan sebuah data, yang pasti sudah diketahui oleh para webmaster, online marketer maupun blogger, mengenai 10 top keyword yang dicari orang Indonesia.
 
Mau tahu apa yang dicari orang Indonesia melalui Search Engine Google ? berikut data terakhir yang di updated per tanggal 11 Oktober 2008, jam 13.55 wib.
 
Saya sengaja memposting, 5 periode data keyword agar kita semua dapat melihat pergerakan keyword di Indonesia.
ke 5 periode tersebut adalah :
1. Periode Tahun 2008
2. Periode April – Oktober 2008
3. Periode July – Oktober 2008
4. Periode Sept – Oktober 2008
5. Periode 7 hari terakhir
 
Berikut datanya :

 

Keyword yang banyak dicari di tahun 2008  

Search terms Indonesia, 2008

10 Top searches
1. friendster
2. mp3
3. yahoo
4. cerita
5. game
6. bugil
7. google
8. nokia
9. naruto
10. youtube

10 Rising searches
1. youtube                       +130%
2. you tube                      +120%
3. friendster layout         +100%
4. friendster                    +70%
5. download lagu           +70%
6. mp3                            +60%
7. cerita dewasa           +50%
8. bokep                         +50%
9. 3gp                             +50%
10. naruto                       +30%

Keyword yang banyak dicari periode Apr-Oct 2008

Search terms Indonesia, Apr-Oct 2008  

10 Top searches
1. download
2. friendster
3. mp3
4. yahoo
5. game
6. cerita
7. youtube
8. nokia
9. google
10. bugil

10 Rising searches
1. friendster layout                  +90%
2. youtube                                +70%
3. you tube                               +70%
4. friendster                             +60%
5. mp3                                     +40%
6. kompas                               +30%
7. game                                   +30%
8. download                            +30%
9. detik                                    +30%
10. yahoo                                +20%

Keyword yang banyak dicari periode Jul-Oct 2008

Search terms Indonesia, Jul-Oct 2008  

10 Top searches
1. friendster
2. mp3
3. yahoo
4. game
5. cerita
6. google
7. youtube
8. bugil
9. naruto
10. games

10 Rising searches
1. games                             +50%
2. friendster layout              +50%
3. mp3                                  +40%
4. friendster.com                 +40%
5. friendster                         +40%
6. download lagu                +40%
7. youtube                            +30%
8. you tube                           +30%
9. yahoo.com                      +30%
10. www                              +30%

Keyword yang banyak dicari periode Sep-Oct 2008

Search terms Indonesia, Sep-Oct 2008

10 Top searches
1. download
2. friendster
3. mp3
4. yahoo
5. google
6. game
7. cerita
8. youtube
9. gambar
10. download mp3

10 Rising searches
1. laskar pelangi                 +1400%
2. layout friendster              +50%
3. friendster                         +40%
4. naruto                              +30%
5. mp3                                 +20%
6. google                             +20%
7. games                             +20%
8. youtube                            +10%
9. yahoo                               +10%
10. wikipedia                      +10%

 
Catatan :
Terjadi suatu trafic yang mengejutkan pada keyword “laskar pelangi” pada periode Sept – Oct 2008, terjadi peningkatan 1400%  

Keyword yang banyak dicari 7 hari terakhir

Search terms Indonesia, Last 7 days  

Top searches
1. friendster
2. mp3
3. cerita
4. yahoo
5. google
6. game
7. cpns
8. bugil
9. nokia
10. gambar

Rising searches
1. cpns 2008                  +150%
2. cpns                            +150%
3. wikipedia                    +60%
4. lowongan kerja           +60%
5. mandala air                +50%
6. mandala                      +50%
7. kpu                               +40%
8. bca                               +40%
9. kompas                        +30%
10. laskar pelangi           +20%

 
Begitulah kenyataannya, sebagian besar pengguna internet di indonesia, masih banyak mencari keyword seputar friendster, mp3, cerita, yahoo, google, game, cpns, bugil, nokia, gambar, download, youtube, naruto.
 
Lalu, di 7 hari terakhir, mengapa keyword cpns 2008, cpns meningkat cukup signifikan hingga 150%, ada apa gerangan ? ayo daftar jadi pns !

Mengetahui yang sering dicari di Internet melalui Google

October 11, 2008
Google Insight

Ingin tahu apa yang sering dicari di Internet? Jika hanya ingin mengetahui perbandingan kata-kata yang sering dicari melalui google, kita bisa menggunakan Google Trends, Ingin mengetahui 10 kata kunci yang sering dicari di setiap negara, bisa digunakan Google Zeitgeist. Tetapi saat ini Google Zeitgeist tidak menyertakan negara Indonesia.

Sedangkan dengan Goolge Trends, kita hanya bisa melihat hasilnya dengan memasukkan kata kunci terlebih dahulu. Bagaimana jika kita ingin mencari kata-kata kunci yang sering dicari melalui google ? Mengingat google merupakan mesin pencari terbesar di dunia.

Pernahkah terpikir untuk mencari hal-hal berikut ?

  • Mobil apa yang paling banyak di cari di negara A ?
  • Apakah yang paling banyak dicari di Indonesia ?
  • Di Kota C apa saja yang paling banyak dicari pengguna Internet?
  • Bagaimana perbandingan pencarian kata X di negara A,B dan C ?

Saat ini kita bisa mengetahui hal-hal tersebut berdasarkan informasi dari google, dengan fasilitas terbarunya. Fasilitas baru Google adalah Google Insights for search. Dengan Fitur ini, kita bisa mengetahui kata atau pencarian apa saja yang populer dengan berbagai opsi, seperti Negara mana, kota/propinsi mana, untuk kategori tertentu saja dan lainnya.

Selain mengetahui kata-kata kunci (keyword) yang sering dicari di sebuah kota atau negara tertentu, dengan Google Insight kita juga bisa membandingkan pencariannya untuk beberapa negara atau kota. Hasilnya akan disajikan dalam bentuk grafik maupun map/peta dengan tampilan yang cukup manarik.

Dibandingkan dengan Google Trends dan Google Zeitgeist, maka fitur ini lebih menarik. Untuk mengetahui seberapa perbandingan prosentase yang tampil (agar angka muncul di grafik), maka harus login dulu ke account google. Tetapi nilai yang tampil tidak menunjukkan berapa kali banyaknya pencarian, tetapi merupakan perbandingan pencarian dalam persen (http://ebsoft.web.id )


Mencari ide Situs Adsense dengan Google Adwords

October 7, 2008

Di luar keterbatasan tools dari overture dan symbiotic untuk menemukan ide kata kunci (keywords) untuk situs adsense, sebenarnya kita bisa memanfaatkan program periklanan Google Adwords untuk mengecek keakuratan data yang didapat dari overture dan symbiotic. Bagaimana caranya? Apa kelebihan dan kekurangan tools ini? Simak detailnya di tulisan ini.

Melanjutkan tulisan sebelumnya (cara menemukan ide untuk tema di situs adsense), disitu sudah dijelaskan bahwa cara untuk menemukan ide untuk kata kunci (keyword) dan niche di situs adsense adalah dengan menggunakan tool di overture (http://www.inventory.overture.com/) atau dihttp://www.symbiotic.com/. Namun kedua tool ini punya kelemahan, overture merupakan tool dari yahoo, yang tentu saja hasilnya kurang akurat jika digunakan sebagai patokan banyaknya pencarian yang dilakukan di Google. Symbiotic lebih akurat dari overture, sudah merepresentasikan banyaknya pencarian di Google, malah sudah ada nilai klik per kata kunci, kelemahannya adalah jumlah database kata kunci di symbiotic sangat terbatas, kadangkala kita menemukan jawaban “not found” atau klik per day sama dengan nol dari symbiotic, padahal aktualnya belum tentu seperti itu, mungkin ini terjadi karena symbiotic “ kurang cepat” dalam mengikuti dinamika statistic di Google yang berjalan sangat cepat, nilai pay per click dapat berubah dengan sangat dinamis tergantung hasil lelang pemasang iklan. Tapi untuk pemula kedua tools ini sangat bagus untuk bahan latihan karena bentuknya yang sederhana

Catatan: Ketika tulisan ini dibuat, tools di overture sedang ada gangguan, sehingga tidak bisa menampilkan statistic pencarian yang diminta.

Nah bagaimana untuk meminimalisir kekurangan-kekurangan itu (pembahasan ini dalam scope tools gratis, jika anda membeli yang berbayar seperti wordtracker, lain lagi ceritanya), Ada satu cara lagi untuk membantu kita membidik kata kunci yang tepat, yaitu Google Adwords. Google adwords? ya google adwords? Bukankah itu situs untuk pemasang iklan? Ya betul, ingat adsense adalah kebalikan adwords, komisi yang didapatkan adsenser didapat dari pembayaran pemakai adwods. Sebagai bentuk layanan kepada pelanggannya, Google memberikan fasilitas kepada pengguna adwords untuk memperkirakan kata kunci (keyword) apa yang tepat untuk dibidik. Sebagai pengguna adsense kita dapat memanfaatkan tools ini sebagai referensi pecarian keywords. Kelebihan tools ini tentu saja adalah data yang akurat, karena bersumber langsung dari Google, melengkapi kelemahan dari dari overture atau symbiotic. Untuk bisa menggunakan tools ini, anda harus teregister dulu sebagai pemasang iklan. Lho, kalau saya gak mau memasang iklan gimana? Tenang aja, selama konfirmasi pembayaran tidak diaktifkan, tidak masalah kok. Jadi anda registrasi/membuka account agar dapat menggunakan tools penaksiran kata kunci.  Masuk ke situshttp://www.google.co.id/  klik program periklanan , kemudian lakukan registrasi sesuai dengan petunjuk, plih paket standard karena toolsnya lebih lengkap. Setelah proses registrasi selesai, masuk ke account anda, klik tab alat bantu, kemudian klik link Penaksir Tingkat Kunjungan, masukkan kata kunci yang ingin anda cari, klik lanjut, dan tersajilah data yang anda inginkan. Sangat akurat dan lengkap yang terdiri dari beberapa kolom, yaitu voume pencarian (dalam bentuk bar graph), perkiraan Biaya Per Klik (BPK) rata-rata, Perkiraan posisi iklan, Perkiraan Klik Per hari, dan Perkiraan Biaya Per Hari. Data yang cukup untuk riset keywords anda.

Di bawah, merupakan contoh perbandingan hasil pencarian dari tools di overture (seperti di artikel sebelumnya) dengan hasil pencarian tools Google Adwords untuk situs niche http://www.welding-engineering.com/ :

Kata kunci

Klik Per Bulan di Oveture

Klik Per Bulan di Google

Welding

64.023

44.070

Laser welding

8.995

510

Tig Welding

4.452

1.200

Mig Welding

3.702

1.320

Arc Welding

3.457

1.500

Dari table diatas terlihat banyaknya pencarian kata kunci di overture dan adwords agak berbeda, hasil pencarian yang tinggi di overture belum tentu di google adwords juga tinggi. Silahkan kombinasikan kedua tools ini untuk hasil yang optimal.
OK gampang bukan? Silahkan mencoba.

ilmukomputerdotcom